Skip to main content

Teringat masa kecil di pangkalan susu..

Pangkalan susu Tahun 1916
(sumber : http://pangkalansusu.blogspot.com/2010/08/photo-photo-jadul.html)


Sore ini, saat sedang melakukan pekerjaan rutin di kantor, saya teringat akan masa kecil di pangkalan susu, masa yang indah.. saya pejamkan sebentar mata ini dari penglihatan yang rutin, mengingat masa kecil..

ehhmmm... pangkalan susu.. kota kecil namun besar di hati saya.. saya besar disana, tinggal disana selama 9 tahun, walau sebentar tapi banyak kenangan indah yang tidak bisa di lupakan.. kota yang penuh keaneka ragaman suku.. berbeda bahasa, namun satu tempat tinggal.. saya tinggal di komplek perumahan pertamina, lingkungan perumahan para karyawan pertamina, saat itu pangkalan susu di kuasai oleh pertamina.. saat itu saya tinggal dijalan Deli, semoga teman-teman yang membaca blog ini dan kebetulan pernah tinggal di pangkalan susu tahun 1984 dan tinggal di jl. Deli, masih ingat saya..
Pangkalan susu.. yah semua ada di komplek tersebut, dari sekolahan hingga pasar ehh pajak, klo disana disebutnya pajak.. jalan itu pasar.. ehmmm.. aneh dan lucu tapi itulah salah satu bahasa disana..
Pangkalan susu kota minyak, kota yang kecil berada di ujung perbatasan sumatera dan aceh..
Pangkalan susu berada sekitar 100km dari kota Medan ke arah selatan, atau lebih mudahnya mengarah ke daerah perbatasan dengan NAD dan berada di sisi timur pulau Sumatera.

Peta

Pangkalan susu oh pangkalan susu..Indahnya bila saya membayangkan kembali, pada saat masih tinggal disana, tak terasa sudah 26 tahun meninggalkan pangkalan susu, saya sangat berharap bisa berkunjung kesana.. setelah browsing mencari-cari gambar pangkalan susu.. sekedar mengobati rindu.. akhirnya ketemu juga.. alhamdulillah..

Ciri khas kota pangkalan susu pada saat itu, inilah tetasan minyak yang ada di bukit kunci

jalanannya retak :-(


inilah Bukit Kunci




Stadion Bola



Petrolia padahal tulisan di gedungnya Petroria, entah kenapa kok di sebutnya Petrolia, disinilah tempat saya, adik abang dan teman saya nonton film bioskop tiap minggu sore dan disini juga tempat latihan Kempo tiap hari pada sore hari sepulang sekolah




Terminal Angkutan Kota Pangkalan Susu.. Dulu di Terminal ini ada angkutan yang namanya 'Bulan Bintang' dan 'Murni', karena perkembangan zaman kedua angkutan itu hilang di telan masa, sekarang yang ada 'TimTax', 'Sudaco' dan 'KPUB' menurut informasi dari mang google.. saya sih belom pernah kesana lagi, duh jadi kangen lagi..

Tepi Pantai, lupa nama pantainya..


Wah sekarang ramai yah..


Tugu Merdeka Pangkalan Susu



Ini dia sekolah saya.. SD 1 YPDP Pangkalan susu.. skr berubah jadi SMA YKPP menurut sumber di group Facebook.






Tempat main bola kasti..



Kantin sekolah, tidak terawat..


Suasana dalam kelas..

Pak Koharruddin.. yang mengajar pelajaran olah raga... kumisnya kemana pak.. hehee dpt aja nih photo.. thanks buat group di facebook.

Masjid di seberang sekolah.. sering jumatan dan sholat teraweh disini, duh jadi kangen.. disampingnya ada perpustakaan..


Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. SD DP YKPP Pangkalan Susu (Group di facebook)
2. http://pangkalansusukita.blogspot.com
3. http://pangkalansusu.blogspot.com/

Photo masa kecil, lokasi tepi pantai pangkalan susu..
hayoo tebak saya yang mana..

Comments

Anonymous said…
kangen ya ehmmmm...pasti yang tengah difoto masa kecilnya..yang bulet dan cabi2
scevtiz said…
menarik ceritanya pak,terasa terbabawa alur cerita,sampe ikut2an kangen sama orangtua jg..jelas bapak itu di tengah anak2 yg adamasih sama kayak yg sekarang deh.
Unknown said…
saya juga teringat dengan teman " sd saya di sana saya udh 12 tahun gak pulang ke kamp halaman saya jadi rindu suasana di teribun di pipayar
Unknown said…
Hallo anak Pangkalan Susu, aku juga anak Pangkalan Brandan, sejak tahun 1993 meninggalkan kampung tempat kelahiran sekarang kerja di Puspiptek Muncul deket dengan Unpam kan ?
Aku SD 6 YPDP, SMP YPDP, STM YPT. Kangen juga sama kampungku disana.
Unknown said…
saya sekarang malah tinggal di pangkalan susu, sudah sejak 2011, rumahnya masuk di foto yg di share, tugu merdeka itu..

walaupun anak rantau di sini, tp melihat bangunan2 lama masih tersa kejayaan masa lalu pangkalan susu, mudah2an dapat bangkit kembali..
Terimakasih Pangkalan Susu

Pertamina EP Pangkalan Susu Field
01 Juli 2007 s/d 01 Mei 2017,
kurang lebih 10 Tahun di Pangkalan Susu
Jl Ogan BK 524 A Bukit Kunci Kompleks Pertamina Puraka 3A.

Semoga Pangkalan Susu Bangkit dan Jaya Selalu...:)

Saksikan cerita lainnya di bambang.gatrick.sugito@blogspot.com
GATRICK

Unknown said…
Sy dulu tinggal di pangkalan susu th.1987- 1989,sempat jg bersekolah 1th di TK (lupa namanya) Dan 1th di SD YPDP. Tinggal di komp.pertamina jl.mahakam VI
Anonymous said…
awaq anak jln.bintan ujung, dari tk sampe sma, cabut 2001

Popular posts from this blog

Sudah kah anda Mencoba Yahoo! Messenger 11..?

Bicara soal dunia maya di Indonesia, saya kira tak berlebihan bila dikatakan Yahoo! adalah bagian penting di dalamnya. Dulu dikenal dengan mesin pencari, orang-orang lalu menggunakan juga layanan email Yahoo!. Kemudian, di masa lalu lintas data masih melewati "pipa" yang jauh lebih sempit dari sekarang, salah satu kegiatan penting di internet adalah chatting. Mungkin Anda juga sempat merasakan demam ICQ hingga mIRC. Nah, Yahoo! juga membuka layanan untuk meramaikan obrol-obrol dunia maya lewat produk bernama Yahoo! Messenger. Dikembangkan dari Yahoo! Pager yang pertama kali dirilis pada 1998, Yahoo! Messenger kini sudah merilis versi 11 beta. Tentu saja, berbagai fasilitas baru sudah melengkapi rilis terakhir ini. Bicara soal Facebook, rilis terakhir Yahoo! Messenger sudah menghubungkan layanan chat keduanya. Kini, melalui Yahoo! Messenger, Anda bisa berbincang dengan rekan yang online di Facebook tanpa harus membuka halaman Facebook. Di daftar kontak Anda akan muncul grup be...

6 Persoalan Hidup

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al-Ghozali bertanya, 1. Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Tiap-tiap yang bernyawa akan mengalami mati, dan bahwasanya pada hari kiamat sajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya. (Surah Ali Imran, 185) 2. Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang me...