Skip to main content

Scrapplet: Membuat Situs yang Dapat Ditanamkan di Situs Lain

Scrapplet adalah sebuah aplikasi pembuat situs baru berbasis web mudah pakai, sekaligus sedikit sulit karena banyaknya fitur yang ditawarkan. Scrapplet memungkinkan pengguna untuk menciptakan halaman situs yang dapat mereka dekorasi sesukanya. Sedikit banyak mirip dengan Geocities saat internet pertama kali mulai populer, akan tetapi Scrapplet berpenampilan web 2.0 dan memungkinkan pengguna untuk dengan mudah menambahkan audio, video dan link ke berbagai profil jejaring sosial seperti Facebook, MySpace, Twitter dan lain-lain.

Cara pembuatan halaman situs juga cukup menarik..

Pengguna dapat menambahkan berbagai elemen seperti gambar, menanamkan video YouTube atau bahkan halaman situs lain hanya dalam beberapa klik. Semua elemen ini kemudian dapat ditata ulang dengan cara drag & drop. Anda juga dapat melakukan klik kanan di sebuah elemen untuk menghapus atau mengubah konfigurasi elemen tersebut.

Yang membedakan Scrapplet dari kompetitor lainnya adalah Anda dapat menanamkan halaman yang dibuat Scrapplet di sebuah halaman situs lain. Contohnya, Anda dapat menggunakan Scrapplet untuk menciptakan sebuah halaman yang menampilkan halaman depan situs berita lokal, prakiraan cuaca dan berita saham, setelah selesai halaman ini dapat Anda tanamkan di profil Facebook Anda.

Sejujurnya, jumlah opsi yang ditawarkan sedikit terlalu banyak dan pengguna yang kurang teknis mungkin harus menghabiskan sedikit waktu untuk melakukan hal-hal sederhana seperti mengubah latar warna halaman dan lain-lain. Tetapi apabila Anda ingin mencari cara untuk membuat sebuah start page pribadi seperti iGoogle yang diperbaharui beberapa bulan lalu, Scrapplet tampaknya cukup berguna. (via Download Squad)

(sumber: udaramaya.com)


Comments

Popular posts from this blog

Teringat masa kecil di pangkalan susu..

Pangkalan susu Tahun 1916 (sumber : http://pangkalansusu.blogspot.com/2010/08/photo-photo-jadul.html) Sore ini, saat sedang melakukan pekerjaan rutin di kantor, saya teringat akan masa kecil di pangkalan susu, masa yang indah.. saya pejamkan sebentar mata ini dari penglihatan yang rutin, mengingat masa kecil.. ehhmmm... pangkalan susu.. kota kecil namun besar di hati saya.. saya besar disana, tinggal disana selama 9 tahun, walau sebentar tapi banyak kenangan indah yang tidak bisa di lupakan.. kota yang penuh keaneka ragaman suku.. berbeda bahasa, namun satu tempat tinggal.. saya tinggal di komplek perumahan pertamina, lingkungan perumahan para karyawan pertamina, saat itu pangkalan susu di kuasai oleh pertamina.. saat itu saya tinggal dijalan Deli, semoga teman-teman yang membaca blog ini dan kebetulan pernah tinggal di pangkalan susu tahun 1984 dan tinggal di jl. Deli, masih ingat saya.. Pangkalan susu.. yah semua ada di komplek tersebut, dari sekolahan hingga pasar ehh pajak, klo dis...

Sudah kah anda Mencoba Yahoo! Messenger 11..?

Bicara soal dunia maya di Indonesia, saya kira tak berlebihan bila dikatakan Yahoo! adalah bagian penting di dalamnya. Dulu dikenal dengan mesin pencari, orang-orang lalu menggunakan juga layanan email Yahoo!. Kemudian, di masa lalu lintas data masih melewati "pipa" yang jauh lebih sempit dari sekarang, salah satu kegiatan penting di internet adalah chatting. Mungkin Anda juga sempat merasakan demam ICQ hingga mIRC. Nah, Yahoo! juga membuka layanan untuk meramaikan obrol-obrol dunia maya lewat produk bernama Yahoo! Messenger. Dikembangkan dari Yahoo! Pager yang pertama kali dirilis pada 1998, Yahoo! Messenger kini sudah merilis versi 11 beta. Tentu saja, berbagai fasilitas baru sudah melengkapi rilis terakhir ini. Bicara soal Facebook, rilis terakhir Yahoo! Messenger sudah menghubungkan layanan chat keduanya. Kini, melalui Yahoo! Messenger, Anda bisa berbincang dengan rekan yang online di Facebook tanpa harus membuka halaman Facebook. Di daftar kontak Anda akan muncul grup be...

6 Persoalan Hidup

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al-Ghozali bertanya, 1. Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Tiap-tiap yang bernyawa akan mengalami mati, dan bahwasanya pada hari kiamat sajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya. (Surah Ali Imran, 185) 2. Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang me...